IBD – Manusia dan Kebudayaan

Uncategorized | Posted by richardsirait
Feb 22 2010

Pengertian Manusia

Manusia dialam sunia ini memegang peran yang unik, dan dapat di pandang dari banyak segi. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, manusia dilengkapi oleh penciptanyadengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Daya rasa (perasaan) didalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu:

  • Perasaan inderawi dan perasaan rohani

Manusia terdiri dari 4 unsur :

  1. Jasad    : Tubuh manusia yang dapat dilihat dan diraba
  2. Hayat   : Unsur hidup yang ditandai dengan aktivitas
  3. Ruh       : Bersifat spritual berhubugan langsung dengan Tuhan
  4. Nafs      : Kesadaran/akal tentang diri sendiri

> Manusia Sebagai Satu Kepribadian Mengandung Tiga Unsur :

  1. ID                    : Merupakan kepribadian yang mendasar
  2. EGO                : Bagian dari ID sebagai kepribadian yang berbeda dari lainnya
  3. SUPER EGO : Struktur kepribadian yang paling akhir terbentuk dari luar

> Hakekat Manusia :

  • Makhluk ciptaan Tuhan terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai kesatuan yang utuh
  • Memiliki perasaan intelektual, estetis, etis, diri, sosial, religius
  • Makhluk hayati dan budayawi
  • Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan

Pengertian Kebudayan

Menurut E.B Taylor (1871) Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuaqn, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Menurut C.A Van Peursen, kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hwan, maka manusia tidak hidup begut saja ditengan alam, melainkan mengubah alam.

> Unsur-Unsur Kebudayaan

  • Sistem religi
  • Sistem organisasi kemasyarakatan
  • Sistem pengetahuan
  • Sistem ekonomi
  • Sistem teknologi dan peralatan
  • Bahasa
  • Kesenian

> Wujud Kebudayaan

Menurut dimensi wijudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :

  1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia
  2. Kompleks aktivitas
  3. Wujud sebagai benda

> Orientasi Nilai Budaya

  1. Hakekat hidup manusia : hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern
  2. Hakekat karya manusia : setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda untuk hidup kedudukan, gerak hidup untuk menambah karya
  3. Hakekat waktu manusia : hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, masa lalu atau mas kini
  4. Hakekat alam manusia : ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam ada juga yang harus menyatu dengan alam
  5. Hakekar hubugan manusia : mementingkan hubungan antar manusia baik vertikal maupun horizontal

> Perubahan Kebudayaan

Terjadinya gerka perubahan kebudayaan disebabkan oleh :

  • Perubahan jumlah penduduk
  • Perubahan lingkungan hidup

> Faktor yang Mempengaruhi Diterima atau Tidak Unsur Kebudayaan Baru

  • Terbatasnya masyarakat memiliki hubugan atau kontak
  • Pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan
  • Sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan
  • Dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat

> Kaitan Manusia dan Kebudayaan

Hubugan antara manusia dan kebudayaan secara sederhana adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain  hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis. Proses dialektis tercipta melalui tiga tahap :

  1. Eksternalisasi   : Proses dimana manusia mengekspresikan dirinya
  2. Obyektivitas    : Proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif
  3. Internalisasi      : Proses dimana masyarakat kembali dipelajari manusia

IBD – Tinjauan Tentang Ilmu Budaya Dasar

Uncategorized | Posted by richardsirait
Feb 22 2010

Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan  pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Ilmu Budaya Dasar berbeda dengan pengetahuan budaya.  Pengetahuan Budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai makhluk berbudaya (homo humanus), sedangkan Ilmu Budaya Dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.

Ilmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah  Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris “The Humanities”.

Ilmu Budaya Dasar bertujuan untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap masalah-masalah budaya, sehingga daya tangkap, persepsi dan penalaran mengenai lingkungan budaya manusia dapat menjadi lebih luas dan manusiawi .

The Humanities berusaha untuk memanusiawikan manusia. Maksudnya adalah manusia itu mengerti dan memahami budaya yang melingkupinya.

Prof. Dr. Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dalam tiga kelompok besar, yaitu:

  • Ilmu-ilmu Alamiah (natural science)
  • Ilmu-ilmu Sosial  (sosial science)
  • Pengetahuan Budaya (the humanities)

Adapun masalah budaya dan masalah kemanusiaan, yaitu:

  • Masalah budaya :
    >  Masalah mengenai perubahan sistem nilai budaya
  • Masalah kemanusiaan :                                                                                                            > Masalah mengenai akibat negatif dari perubahan sistem nilai  budaya

RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
Ada dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah ILMU BUDAYA DASAR, yaitu :

  1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya ( The Humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
  2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi akan beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Dalam melihat dan menghadapi lingkungan alam, sosial dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, akan tetapi juga ketidak seragaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaiman yang terlihat ekspresinya dalam berbagi bentuk dan corak ungkapan, pikiran dan perasaan, tingkah laku dan hasil kelakuan mereka.

ISD sebagai Salah Satu MKDU

Tugas | Posted by richardsirait
Dec 16 2009

1. Pengertian

ISD adalah pengetahuan yang mempelajari masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pegertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial.

ISD bukan merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan karena masinng-masing ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan.

2. Tujuan

Tujuan ISD :

> memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat

> peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.

> menyadari bahwa setiap masalah yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mempelajarinya secara kritis-interdisipliner.

> memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka.

3. ISD dan IPS

Persamaan ISD dan IPS :

> keduanya merupakan program studi

> keduanya mempelajari ilmu sosial

Perbedaan ISD dan IPS :

> ISD diberikan di peguruan tinggi, sedangkan IPS diberikan di SD, SMP/SLTP, SMA/SLTA, SMK.

> ISD merupakan mata kuliah tunggal, sedangkan IPS  merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan).

Ibarat Cangkir

Tulisan | Posted by richardsirait
Dec 16 2009

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko souvenir.

untuk mencari hadiah buat cucu mereka.

Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik.

Lihat cangkir itu kata si nenek kepada suaminya.

Kau benar,

Inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir tersebut,

Tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara.

Terima kasih atas perhatiannya,

Perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik.

Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi,

Aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna.

Namun suatu hari,

Ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar

Kemudian dia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing,

Stop!!!! Stop!!!!

Aku berteriak.

Tetapi orang itu berkata BELUM!!!

Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang.

Stop!!!! Stop!!!!

Teriakku lagi.

Tapi orang ini masih terus meninjuku tanpa menghiraukan teriakkanku.

Bahkan lebih buruk lagi,

Ia memasukkan aku ke dalam perapian.

Panas!!!! Panas!!!

Teriakku dengan keras

Stop!!!! Cukup!!!!

Teriakku lagi

Tapi orang ini berkata BELUM!!!

Akhirnya ia mengangkatku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin.

Aku pikir

Selesailah penderitaanku.

Oh, ternyata belum.

Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku.

Asapnya begitu memualkan.

Stop!!!! Stop!!!!

Aku berteriak

Wanita itu berkata BELUM!!!

Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria

Dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya.

Tolong!!!

Hentikan Penyiksaan ini!!!

Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya

Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.

Ia terus membakarku..

Setelah puas MENYIKSAKU kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin,

Seorang wanita cantik mengangkatku

dan menempatkan aku di dekat kaca.

Aku melihat diriku sendiri

dan aku sangat terkejut melihatnya.

Aku terkejut sekali !!!

Aku hampir tidak percaya,

Karena dihadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik.

Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku sendiri…

RENUNGKANLAH. …

Seperti inilah Tuhan membentuk kita.

Pada saat Tuhan membentuk kita,

Tidak menyenangkan…

Sakit…

Penuh penderitaan…

Dan banyak air mata…

Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-NYA

untuk mengubah kita supaya menjadi cantik

Dan memancarkan kemuliaan-NYA.

Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan,

Apabila kamu jatuh ke dalam berbagai cobaan,

Sebab anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan.

Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang

Supaya anda menjadi sempurna

Utuh dan tak kekurangan sesuatu apapun.

Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup.

Jangan kecil hati

Karena DIA sedang membentuk anda.

Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan

Tetapi setelah semua proses ini selesai.

Anda akan melihat….

BETAPA CANTIKNYA TUHAN MEMBENTUK ANDA!!!

Individu, Keluarga dan Masyarakat

Tugas | Posted by richardsirait
Dec 16 2009

1. Individu

1.1. Pengertian Individu

Individu berasal dari kata latin, “individuum” artinya “tak terbagi”. Jadi, merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan satu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan.

1.1. Pengertian Pertumbuhan

Pertumbuhan adalah suatu proses yang menuju ke arah yeng lebih maju dan lebih dewasa. Beberapa pendapat mengenai pertumbuhan dari berbagai aliran yaitu asosiasi, aliran psichologi Gestalt dan aliran sosiologi.

Aliran asosiasi ialah terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman dari empiris lua melalui panca indera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenai batin sendiri yang menimbulkan reflexionis.

Aliran psichologi Gestalt ialah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.

Aliran sosiologi ialah proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosilasisasikan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ada tiga golongan, yaitu :

> Pendirian Nativistik

Menurut para ahli golongan ini merupakan pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.

> Pendirian Empiristik dan Environmentalistik

Menurut para ahli, pendirian ini berlawanan dengan nativistik. Golongan ini merupakan bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak sama sekali.

> Pendirian Konvergensi dan Interaksionalisme

Konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionalisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interkasi antara dassar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

2. Keluarga

2.1. Pengertian Keluarga

Keluarga adalah suatu kelompok manusia yang di dalamnya terdapat suami, istri dan anak. Menurut Sigmun Freud keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita.

2.2. Pengertian Fungsi Keluarga

Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.

3. Masyarakat

Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.

Menurut Prof. M.M. Djojodiguno, masyarakat adalah suatu kebulatan daripada segala perkembangan dalam hidup bersama antara manusia dengan manusia.

Menurut J.L. Gillin dan J.P Gillin, masyarakat adalah kelompok manusia terbesar yang  mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama.

4. Hubungan Individu, Keluarga dan Masyarakat

Hubungan individu, keluarga dan masyarakat sangat terikat. Karena masyarakat itu timbul dari keluarga dan individu. Keluargapun timbul dari individu. Seseoran yang bersifat individu pasti membutuhkan keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Agama dan Masyarakat

Tugas | Posted by richardsirait
Dec 16 2009

1.  Pengertian

Masyarakat adalah salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnyaadalah society. Menurut (Koentjaraningrat 1994) masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksimenurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.

Agama adalah suatu kepercayaan kepada Tuhan yang dianut oleh masyarakat.

Ada 5 agama di Indonesia, yaitu Islam, Hindu, Budha, Kristen Protestan, dan Kristen Khatolik. Tapi, baru-baru ini kita mendengar ada juga agama Konghucu. Pemerintah Indonesia pernah melarang pemeluk Konghucu melaksanakan agamanya secara terbuka. Namun, melalui Keppress No. 6/2000, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut larangan tersebut. Tetapi sampai kini masih banyak penganut ajaran agama Konghucu yang mengalami diskriminasi dari pejabat-pejabat pemerintah.

Membicarakan peranan agama dalam kehidupan sosial menyangkut dua hal yang sudah tentu hubungannya erat, memiliki aspek-aspek yang terpelihara. Yaitu pengaruh dari cita-cita agama dan etika agama dalam kehidupan individu dari kelas sosial dan grup sosial. Yang lainnya juga menyangkut organisasi dan fungsi dari lembaga agama sehingga agama dan masyarakat itu mewujudkan kolektivitas ekspresi nilai-nilai kemanusiaan.

2. Fungsi Agama

Fungsi agama dalam kehidupan adalah memberi bimbingan dan petunjuk hidup, penolong dalam kesukaran, menentramkan batin dan mengendalikan moral. Tapi ada sebagian fungsi agama yang disalah gunakan. Banyak orang yang tak mengerti fungsi agama. Banyak orang yang mencari keuntungan dari agama. Sehingga fungsi agama disalahgunakan untuk kepentingan diri sendiri.

Teori fungsional agama adalah segala sesuatu yang tidak berfungsi akan lenyap dengan sendirinya, karena agama sejak dulu sampai saat ini masih ada. Teori fungsionalis juga memandang kebutuhan sebagai dasar dari karakteristik dasar eksistensi manusia meliputi : Pertama, manusia hidup dalam kondisi ketidakpastian. Kedua, ketidakberdayaan. Ketiga, kelangkaan.

Jadi, seorang fungsionalis memnadang agama sebagai petunjuk bagi manusia untuk mengatasi diri dari ketidakpastian, ketidakberdayaan dan kelangkaan. Dan agama dipandang sebagai mekanisme penyesuaian yang paling dasar terhadap unsur-unsur tersebut.

3. Pelembagaan Agama

Agama begitu universal, permanen, dan mengatur dalam kehidupan sehingga bila tidak memahami agama, akan sukar memahami masyarakat. Hal yang perlu dijawab memahami lembaga agama adalah, apa dan mengapa agama ada, unsur-unsur dan bentuk serta fungsi struktur agama. Lembaga-lembaga keamanan pada puncaknya berupa peibadatan.

Tampilnya organisasi agama adalah akibat adanya “perubahan batin” atau kedalaman beragama, mengimbangi perkembangan masyarakat dalam hal alokasi fungsi, fasilitas, produksi, pendidikan, dan sebagainya. Agama menuju ke pengukhususan fungsional. Pengaitan agama tersebut mengambil bentuk dalam berbagai corak organisasi keagamaan.

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Tugas | Posted by richardsirait
Dec 15 2009

1. Pengertian

Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu- individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya atau terjadinya kelompok sosial ini maka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau masyarakat yang berstrata.

Masyarakat merupakan suatu kesatuan yang didasarkan ikkatan-ikatan yang sudah teratur dan boleh dikatakan stabil.

2. Menurut Para Ahli

> Pitirim A. Sorokin mengatakan bahwa “Pelapisan masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarchis).”

> Theodorson dkk mengatakan di dalam Dictionary Of Sociology bahwa “Pelapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatif permanen yang terdapat di dalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) di dalam hal pembedaan hak , pengaruh dan kekuasaan. Masyarakat yang berstratifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau piramida, dimana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.”

3. Pelapisan Sosial Ciri Tetap Kelompok Sosial

Di dalam organisasi masyarakat primitif yang belum mengenal tulisan, sudah ada. Yaitu :

> adanya kelompok berdasarkan jenis kelamin dan umur dengan perbedaan hak dan kewajiban

> adanya kelompok–kelompok pemimpin suku yang berpengaruh dan memiliki hak-hak istimewa

> adanya pemimpin yang saling berpengaruh

> adanya orang-orang yang dikucilkan di luar kasta dan orang yang di luar perlindungan hokum (cutlaw men)

> adanya pembagian kerja di dalam suku itu sendiri

> adanya pembedaan standar ekonomi dan di dalam ketidaksamaan ekonomi itu secara umum

4. Terjadinya Pelapisan Sosial

> Terjadi dengan sendirinya

Proses ini berjalan sesuai dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri tanpa disengaja. Maka bentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu dan kebudayaan masyarakat di mana sistem itu berlaku.

> Terjadi dengan disengaja

Sistem pelapisan yang disusun dengan sengaja untuk mengejar tujuan bersama.

5. Teori Tentang Pelapisan Sosial

Ada yang membagi pelapisan masyarakat seperti berikut ini :

> Masyarakat terdiri dari kelas atas (upper class) dan kelas bawah (lower class).

> Masyarakat terdiri dari tiga kelas ialah kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), dan kelas ke bawah (lower class).

> Sementara itu ada pula sering kita dengar : kelas atas (upper class), kelas menengah (middle class), kelas menengah ke bawah (lower middle class) dan kelas bawah (lower class).

Menurut Para Ahli :

> Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap negara terdapat tiga unsur, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya. Di sini Aristoteles membagi masyarakat berdasarkan dimensi ekonomi sehingga ada orang yang kaya, menengah dan melarat.

> Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA menyatakan sebagai berikut : selama di dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya maka barang itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya system berlapis-lapis dalam masyarakat.

Vilfredo Pareto, sarjana Italia, menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite, menurut dia pangkal daripada perbedaan itu karena ada orang-Orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.

> Gaotano Mosoa, sarjana Italia, di dalam “The Ruling Class” menyatakan “Di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang sangat kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas yang pemerintah dan kelas yang diperintah. Kelas yang pertama, jumlahnya selalu sedikit, menjalankan peranan-peranan politik, monopoli kekuasaan dan menikmati keuntungan-keuntungan yang dihasilkan oleh kekuasaannya itu. Sebaliknya yang kedua, ialah kelas yang diperintah, jumlahnya lebih banyak diarahkan dan diatur/diawasi oleh kelas yang pertama.”

> Karl Marx menjelaskan secara tidak langsung tentang pelapisan masyarakat menggunakan istilah kelas menurut dia, pada pokoknya ada dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

6. Kesamaan Derajat

Sifat perhubungan antara manusia dan lingkungan masyarakat pada umumnya adalah timbal balik, artinya orang-orang itu sebagai masyarakatnya mempunyai hak dan kewajiban, terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara.

7. Elite dan Massa

> Elite

Dalam pengertian umum elite itu menunjuk sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi.

> Massa

Menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yang secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam berprilaku massal.

Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan

Tugas | Posted by richardsirait
Dec 15 2009

1. Pendahuluan

Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat, mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, politik, kebudayaan dan sebagainya. Dengan adanya pertumbuhan  aspek kehidupan tersebut, maka bertambahnya sistem pencaharian hidup dari homogen menjadi kompleks.

Manusia mempunyai kelebihan dalam kehidupannya. Manusia dapat memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya. Akibat dari perkembangan kebudayaan ini, telah mengubah cara berpikir manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

2. Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. Karena selain berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial daerah atau negara bahkan dunia.

Penambahan/pertambahan penduduk suatu daerah atau negara pada dasarnya di pengaruhi oleh faktor-faktor demografi sebagai berikut :

1. Kematian (mortalitas)

> Tingkat Kematian Kasar (Crude Death Rate/CDR)

Adalah banyaknya orang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.

> Tingkat kematian Khusus (Age Specific Death Rate)

Adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk pada golongan umur tertentu dalam waktu satu tahun. Tingkat kematian dipengaruhi beberapa faktor, antara lain: umur, jenis kelamin, dan pekerjaan.

2. Kelahiran (fertilitas)

Fertilitas adalah suatu kelahiran hidup dari seaeorang wanita. Yang dimaksud dengan lahir hidup adalah adanya tanda-tanda kehidupan seperti bernafas, bergerak, berteriak/menangis, ada denyut jantung.

Pengukuran fertilitas tidak sederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan  adanya alasan sebagai         berikut :

> Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi-bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.

> Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak (tetapi meninggal hanya sekali).

> Makin tua umur wanita tidaklah berarti bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.

> Di dalam pergaulan pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melahirkan.

3. Migrasi

Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu negara yang satu ke negara lain untuk menetap di negara tersebut atau hanya sementara.

Faktor-faktor yang mempengaruhi akan terjadinya migrasi :

> Persedian sumber daya alam

> Lingkungan sosial budaya

> Potensi ekonomi

> Alat masa depan

Ada tiga jenis struktur penduduk :

> Piramida Penduduk Muda

Piramida ini menggambarkan komposisi penduduk dalam pertumbuhan dan sang berkembang. Jumlah angka kematian lebih besar daripada jumlah kematian.

> Piramida Stationer

Piramida ini menggambarkan keadaan penduduk yang tetap (statis) sebab tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran tidak begitu tinggi.

> Piramida Penduduk Tua

Piramida ini menggambarkan adanya penurunan tingkat kelahiran yang sangat besar dan tingkat kematian kecil sekali.

3. Kebudayaan dan Kepribadian

3.1. Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia

Sejarah peradaban bangsa indonesia mulai zaman batu sampai zaman logam berliku-liku. Berdasarkan        pendapat para ahli prehistoris, ternyata bahwa zaman batu terbagi dalam :

1. zaman batu tua (paleolithikum)

> permukaan peralatan masih kasar

> belum menetap

> masih berburu

2. zaman batu muda (neolithikum)

> hidup menetap

> membuat rumah

> membentuk kelompok masyarakat desa

> beternak dan bertani untuk memenuhi kebutuhan

suatu hal yang patut dicatat tentang permulaan zaman logam ialah kenyataan yang jelas bahwa indonesia sebelum zaman hindu telah mengenal kebudayaan yang tinggi derajatnya, dan zaman tersebut pada dasarnya penting sekali untuk perkembangan sejarah indonesia selanjutnya.

3.2 Kebudayaan Hindu, Budha dan Islam

1. Kebudayaan Hindu dan Budha

Pada abad ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa.
Hindu yang bersal dari India itu berlangsung luwes dan mantap. Agama/ajaran Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju daripada Hinduisme, sebab Budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masyarakat.

Candi Borobudur adalah candi Budha terbesar dan termegah di Asia Tenggara, bahkan tercatat sebagai salah satu bangunan kuno, yang termasuk dalam 10 besar keajaiban dunia.

2. Kebudayaan islam

Pada abad ke-15 dan ke-16 agama Islam telah di kembangkan di Indonesia oleh para pemuka-pemuka Islam yang disebut Wali Sanga.

Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian tersebar penduduk Indonesia. Tak dapat di pungkiri lagi, bahwa kebudayaan Islam memberi saham yang besar bagi perkembangan kebudayaan dan kepribadian Indonesia.

3.3. Kebudayaan Barat

Kebudayaan barat diawali dengan kedatangan Belanda (VOC ) yang masuk ke Indonesia. Mulai dari penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda dan berlanjut dengan pemerintahan kolonialis Belanda. Kabupaten muncul bangunan-bangunan dengan gaya arsitektur Barat. Dalam waktu kurun waktu itu juga, di kota-kota pusat pemerintahann, terutama di Jawa, Sulut dan Maluku berkembang dua lapisan sosial yaitu kaum buruh dan pegawai.

Sudah menjadi watak dan kepribadian Timur pada umumnya, serta masyarakat jawa khususnya, bahwa dalam menerima setiap kebudayaan yang datang dari luar, kebudayaan yang dimilikinya tidaklah di abaikan. Tetapi disesuaikanlah kebudayaan yang baru itu dengan kebudayaan lama.

Dalam kesempatan ilmu temu ilmiah budaya di Palu, Sulteng pada tanggal 24 Desember 1984 Prof Dr.A.Mattulada menilai kebudayaan Indonesia kontemporer yang tumbuh dari kebudayaan asli Nusantara, Hindu, Islam dan kebudayaan modern (Eropa-Amerika) yang berbeda-beda konfigurasinya, sekarang dipahami sebagai kebudayaan Bhineka Tunggal Ika.

Dalam keadaan rawan seperti sekarang ini sesungguhnya sangat menguntungkan bagi pembangunan kebudayaan Indonesia yakni dengan Falsafah Pancasila. Pancasila telah menunjukkan dasar pemikiran yang mewarnai aspirasi-aspirasiaman mutakhir terhadap pendapat-pendapat umum dengan rumusannya humanisme baru. Pancasila sebagai rumusan kepercayaan kepada realitas sesungguhnya sejalan dengan rumusan humanisme baru yang tumbuh menjadi hasrat umum/aman mutakhir.

Kebudayaan dan kepribadian

Berbagai penelitian antropologi budaya menunjukkan bahwa terdapat korelasi diantar corak-corak kebudayaan dengan corak-corak kepribadian anggota-anggota masyarakat secara garis besar. Opini umum juga menyatakan bahwa kebudayaan suatu bangsa adalah cermin dari kepribadian bangsa yang bersangkutan.

Sifat-sifat kepribadian yang berakar dari adat istiadat dan ajaran agama pada suatu kelompok masyarakat dapat dikukuhkan sebagai hukam adat. Diluar itu, ciri-ciri kepribadian suatu kelompok masyarakat/bangsa juga tercermin dalam penampilan sikap hidup sehari-hari.

Kepribadian bangsa Indonesia yang rama tamah,suka menolong, memiliki sifat kegotong royongan adalah ciri umum dari sekian banyak kepribadian suku-suku bangsa yang berada Republik Indonesia dan terpatri menjadi ciri khas kepribadian bangsa Indonesia.

Dufan 2

Tulisan | Posted by richardsirait
Dec 14 2009

Hallo nyambung lagi nih. Masih ingatkan  dengan cerita Dufan 1 ?? Saya akan melanjutkan kembali disini . Sampai dimana ya kmaren ??

Oh iya selesai dari kincir-kincir, kami pun berlanjut lagi ke wahana Tornado. jengjeng…. Ready to scream again .haha . Tapi, ngantrenya pnjang bener. Membuat kami bosan..,. Sepanjang antre, kami foto-fotoan aja.  Dua jam cuman ngantre buat tornado.grrrr.. Akhirnya, kamipun menaiki wahana tersebut. Lalu, terbanglah dan digoncang lagi .. WAaaaaaaarghhhhhh… teriak lagi.haha. Segala macam bahasa keluar dari mulut kami.kakakaakkk.

Setelah digoncang 10 menit, selesailah wahana tersebut. Luar biasa adrenalin sangat cepat sekali nih.huhuhu. Untung nggak ada yang jantungan. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB lewatlah. Oh iya, dufan tutup sampe pukul 18.00 WIB. Buru-burulah kami mencari wahana lagi. Tapi, kami makan dulu. Selesai makan baru jalan lagi.

Kamipun berjalan ke wahana Arung Jeram . Ya ampun, ngantrenya mulai dari wahana Halilintar. Parah deh. Pada saat itu wahana Halilintar dalam perbaikan, akhirnya, kami juga tidak naik wahana tersebut.

Sudah pukul 15.30 WIB, 1 setengah jam lagi tutup dah tuh dufan. Yaudah kami jalan trus sampai ke wahana Niagara gara. Ngantre lagi .huft . Ya, Indonesia terkenal dengan budaya antrenya.hihiw. Tapi, ada seseorang wanita yang tidak mematuhi peraturan tersebut >:( . Pada saat kita lengah sedikit, dengan ngelesnya sok sok main handphone. Tengok kanan tengok kiri. Sapp , langsung nyelak. Dan si Akbar kesel sama tuh cewek. Disindir trus deh tuh cewek sepanjang antre. “Ehm,, Enakk bangettt !!” kata si Akbar dengan gaya menyindir. Emang enak disindir terus. Mungkin tuh cewek udah panas kali kupingnya.haha

Oke, akhirnya tiba giliran kami menaikki wahana terrsebut. Wahana ini sih biasa aja. Kami hanya ingin basah-basahan aja.haha. Byurr… begitu perahu buatan bertabrakkan dengan air. Udah gitu disemprot lagi dari bawah.haha.

Sisa 10 menit kami berjalan lagi mencarti wahana. Dan yang kami inggin ingin naikki itu Kora-Kora. Si Akbar dipaksa akhirnya mau juga. Tapi, pada saat sampai di sana udah dipasang plang “Tutup”. Sialll !! Semua wahana udah tutup. Hoahh Rp 45.000.,- cuman naik tiga wahana doang !!! Grrrr.

Kami pergi aja ke Pantai Ancol. Di sana kita foto-foto.haha

Capekk juga rasanya, akhirnya kami pulang deh :)

Dufan 1

Tulisan | Posted by richardsirait
Dec 13 2009

Hari selasa tanggal 8 desember kemaren saya pergi bersama teman ke dunia fantasi yang lebih dikenal dengan dufan. Saya pergi bersama dengan Ichan, Endara, Akbar, Pajri, Ichang, Ribka dan Bia. Haha nih cerita udah kayak anak TK aja ya. Tapi gak apa apa dah. Sebelumnya kami udah janjian untuk berangkat dari jam 8. Tapi, itu tidak terjadi karena seseorang yang bernama Endara datangnya ngaret. Aduh… dia membuat kami jengkel.

Akhirnya, kami berangkat dari jam 10.00 WIB dan sampai dufan jam 12.00 WIB. Lumayan macet sih. Sampai di dufan, ya ampun… ini semut apa orang.wkwkwk . Oh iya, pas kita ke dufan itu lagi ada diskon. Makanya banyak orang.hehe :) . Lalu si Ichang dan Bia beli tiket. Cukup cepat sih untuk mendapatkan tiketnya, tapi ga tau deh ntar di dalam. dapat wahana apa nggak ??

Kamipun bergegas masuk.. Jepret jepret foto sana foto sini.haha . Emang dasar anak petualang. Kami berunding untuk naik wahana apa duluan. Ada yang bilang “naik kora-kora aja dulu. Deket nihh dari pintu masuk”. Tapi ternyata si Akbar takut naik tuh wahana.wkwkwk tampang doang serem.haha peace bar. Ya udah kami jalan lagi, sampai di tempat wahana kincir kincir. Brrr.. kami langsung antre. Gila padat banget deh. Setelah setengah jam mengantri, kami pun masuk ke area wahana. Aduh takut saya. Permainan dimulai. Aaaaaaaaaaaaaaaaaakghhhhhh histeris si ichang luar biasa.haha. Saya pun jadi ikutan. Luar biasa adrenalin berguncang dengan cepat. Ngeri banget deh. Udah kayak pengen jatuh.haha. 15 menit diputar diputar di atas, selesai juga deh tuh wahana.

Begitu juga tulisan ini selesai juga.hehe. Udah ngantuk nih, saya nulis cerita ini udah malam. Besok saya lanjutin di Dufan Part 2 . See you.